BREAKING NEWS

Sosok Umi Waheeda, Pemimpin Pesantren Gratis dengan 18 Ribu Santri di Bogor

 

Dr. Hj. Umi Waheeda binti H. Abdul Rahman, Wanita Inspiratif 

Di tengah mahalnya biaya pendidikan dan derasnya arus komersialisasi sekolah, nama Dr. Hj. Umi Waheeda binti H. Abdul Rahman hadir sebagai simbol keteguhan, pengabdian, dan perjuangan tanpa henti.

Perempuan kelahiran Singapura, 14 Januari 1968 itu memimpin Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman dengan satu prinsip yang terus dijaga hingga hari ini: pendidikan gratis untuk semua, tanpa memandang latar belakang ekonomi.

Bersama almarhum Habib Saggaf bin Mahdi, ia membangun pesantren tersebut sejak 1998 sebagai jawaban atas krisis moneter dan banyaknya anak yang kehilangan akses pendidikan. Dari sebuah kepedulian sederhana, lahirlah salah satu pesantren terbesar yang kini menampung sekitar 15 ribu hingga 18 ribu santri.

Yang membuat sosok Umi Waheeda begitu kuat bukan hanya karena keberhasilannya memimpin pesantren besar, tetapi karena keberaniannya mempertahankan amanah “gratis sampai kiamat” di tengah beban operasional yang luar biasa besar.

Alih-alih bergantung penuh pada donasi, ia membangun sistem kemandirian ekonomi berbasis social entrepreneurship. Pesantren mengelola puluhan unit usaha mandiri, mulai dari produksi pangan, air mineral, pertanian, peternakan, pengolahan sampah, hingga energi biogas. Semua bergerak untuk satu tujuan: memastikan ribuan santri tetap bisa belajar, tinggal, dan makan tanpa dipungut biaya.

Di bawah kepemimpinannya, santri tidak hanya diajarkan ilmu agama, tetapi juga dididik menjadi pribadi mandiri dan berjiwa wirausaha. Mereka terlibat langsung dalam berbagai unit usaha agar tumbuh sebagai generasi yang alim, produktif, dan berdaya saing.

Sebagai seorang ibu dari tujuh anak sekaligus pengasuh belasan ribu santri, Umi Waheeda menunjukkan bahwa perempuan mampu berdiri di garis depan perubahan sosial. Keteguhan, visi, dan keberaniannya menjadikan dirinya bukan sekadar pemimpin pesantren, melainkan simbol perjuangan pendidikan berbasis kemandirian di Indonesia.

Di saat banyak lembaga pendidikan berlomba menaikkan biaya, Umi Waheeda justru membuktikan bahwa pendidikan gratis bukan sekadar mimpi, tetapi bisa diwujudkan dengan kerja keras, keberanian, dan pengabdian total untuk umat.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar