Gerindra Panggil Anggota DPRD Jember Usai Viral Diduga Main Gim dan Merokok Saat Rapat
![]() |
| Ketua Majelis Kehormatan Partai Gerindra, Partai Gerindra, Habiburokhman |
JEMBER, ujungpublik.com | Majelis Kehormatan Partai Gerindra memanggil anggota DPRD Jember, Ahmad Syahri As Sidiqi, setelah video yang memperlihatkan dirinya diduga bermain gim online sambil merokok saat rapat dewan viral di media sosial.
Pemanggilan dijadwalkan berlangsung pada Jumat (15/5) di kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan internal terkait dugaan pelanggaran kode etik.
Ketua Majelis Kehormatan Partai Gerindra, Habiburokhman, menegaskan bahwa proses pemanggilan tersebut merupakan bagian dari mekanisme penegakan disiplin partai.
“(Dipanggil) hari Jumat di DPP,” ujar Habiburokhman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/5). Ia menambahkan bahwa perkara ini akan disidangkan melalui mahkamah partai. “Iya, makanya disidang di mahkamah partai,” katanya.
Viral saat rapat stunting
Kasus ini mencuat setelah beredar unggahan di media sosial yang memperlihatkan aktivitas diduga tidak pantas saat rapat pembahasan program stunting di DPRD Jember. Unggahan tersebut kemudian memicu reaksi publik dan menjadi perbincangan luas.
Majelis Kehormatan Partai Gerindra menyebut pemanggilan dilakukan sebagai tindak lanjut atas pemberitaan media massa dan viral di media sosial sejak 12 Mei 2026.
Diminta hadir bawa saksi dan bukti
Dalam surat pemanggilan resmi, Ahmad Syahri As Sidiqi diminta hadir pada Jumat pukul 14.00 WIB di kantor DPP Gerindra. Ia juga diminta membawa saksi serta dokumen atau bukti yang diperlukan dalam proses pemeriksaan.
“Merujuk pemberitaan di media massa dan media sosial yang viral pada tanggal 12 Mei 2026 terkait legislator Gerindra Jember yang bermain gim dan merokok saat rapat stunting,” tertulis dalam surat tersebut.
Proses internal partai berjalan
Partai Gerindra menegaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran etik kader akan diproses sesuai aturan organisasi. Kasus ini kini menunggu hasil pemeriksaan Majelis Kehormatan sebelum ditentukan langkah lanjutan.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena kembali menyinggung kedisiplinan wakil rakyat dalam menjalankan tugas di ruang rapat resmi.
