BREAKING NEWS

Rocky Gerung: Demokrasi Akan Rusak Jika Masyarakat Tak Lagi Berpikir Kritis

Potret Rocky Gerung Saat Menyampaikan Gagasan Kritis Tentang Akal Sehat, Demokrasi, Dan Kebebasan Berpikir.

Di tengah banjir informasi, kegaduhan media sosial, dan riuhnya perebutan pengaruh politik, Rocky Gerung hadir dengan satu pesan yang terus ia ulang: jangan biarkan akal sehat mati.

Bagi Rocky, masalah terbesar bangsa ini bukan sekadar soal ekonomi, hukum, atau politik. Persoalan yang lebih berbahaya adalah ketika masyarakat kehilangan keberanian untuk berpikir kritis. Saat orang terlalu mudah percaya, terlalu cepat menghakimi, dan terlalu malas memeriksa fakta, di situlah demokrasi perlahan kehilangan nyawanya.

Ia percaya bahwa berpikir adalah bentuk perlawanan paling mendasar. Bukan perlawanan dengan amarah, melainkan dengan nalar. Karena itu, Rocky selalu menekankan pentingnya akal sehat sebagai benteng terakhir untuk menjaga kewarasan publik.

Menurutnya, akal sehat bukan hanya soal pintar berbicara atau mampu berdebat. Akal sehat adalah keberanian mempertanyakan sesuatu, bahkan ketika mayoritas memilih diam. Ia adalah kemampuan untuk tidak langsung percaya pada narasi yang dibungkus rapi oleh kekuasaan, media, maupun opini massa.

Dalam pandangan Rocky Gerung, masyarakat yang sehat bukan masyarakat yang selalu setuju, tetapi masyarakat yang berani berpikir.

Ia kerap mengingatkan bahwa banyak orang hari ini sibuk melihat permukaan masalah tanpa pernah menyentuh akar persoalannya. Karena itu, ia mendorong cara berpikir radikal — bukan radikal dalam arti ekstrem, tetapi keberanian menggali persoalan hingga ke dasarnya.

Mengapa ketidakadilan terus terjadi? Mengapa kritik sering dianggap ancaman? Mengapa publik lebih mudah tersulut emosi dibanding diajak berpikir?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang menurut Rocky harus terus hidup di ruang publik.

Bagi dirinya, filsafat bukan teori rumit yang hanya cocok dibahas di ruang kuliah. Filsafat adalah alat untuk menginterupsi kesombongan kekuasaan. Ia membantu manusia melihat bahwa tidak semua yang terlihat benar benar-benar adil, dan tidak semua yang ramai dibicarakan publik otomatis merupakan kebenaran.

Karena itu, Rocky sering menempatkan kritik sebagai bentuk kepedulian terhadap Republik. Ia percaya, kekuasaan tanpa kritik akan tumbuh menjadi arogan. Ketika pejabat tak lagi mau mendengar suara publik, ketika masyarakat takut berbicara, dan ketika kampus kehilangan keberanian moralnya, maka demokrasi sedang berjalan menuju kegelapan.

Ia menyebut kondisi itu sebagai “Republic of Fear” — republik yang dipenuhi ketakutan.

Namun Rocky juga percaya, harapan selalu ada selama akal sehat tetap hidup. Ia menyebutnya sebagai “Republic of Hope”, sebuah keadaan ketika masyarakat masih berani berdiskusi, berbeda pendapat, dan mempertahankan logika di tengah derasnya propaganda.

Dalam banyak kesempatan, ia juga mengingatkan pentingnya peran generasi muda. Kampus, menurutnya, tidak boleh hanya menjadi tempat mengejar nilai dan gelar, tetapi harus menjadi ruang lahirnya keberanian intelektual.

Mahasiswa tidak cukup hanya pintar menghafal teori. Mereka harus berani menguji kekuasaan dengan nalar, menjaga etika publik, dan tetap berpihak pada keadilan sosial.

Di era kecerdasan buatan (AI) dan media sosial yang bergerak begitu cepat, Rocky melihat ancaman terbesar bukan lagi kurangnya informasi, melainkan hilangnya kemampuan manusia untuk menyaring informasi secara waras.

Karena itu, ia terus mengajak publik untuk tidak memisahkan otak dan hati. Menurutnya, hati yang sehat lahir dari pikiran yang jernih, sedangkan pikiran yang sehat hanya tumbuh ketika manusia mau terus belajar dan menguji dirinya sendiri.

Di balik gaya bicaranya yang tajam dan sering kontroversial, Rocky Gerung sebenarnya sedang menyampaikan satu hal sederhana: bangsa ini hanya bisa bertahan jika masyarakatnya tetap berani berpikir.

Sebab ketika akal sehat tertidur, ketakutan akan menggantikan keberanian, propaganda menggantikan kebenaran, dan kekuasaan berjalan tanpa kontrol.

Seperti salah satu kalimatnya yang paling dikenal:

“Bila akal sehat tertidur, maka para monsterlah yang menguasai malam.”

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar