Prabowo di Tuban Tekankan Swasembada Pangan, Sebut Ketahanan Negara Dimulai dari Sawah
![]() |
| Kunjungan Prabowo ke Tuban menegaskan bahwa swasembada pangan menjadi prioritas pemerintah pada 2026 |
TUBAN, ujungpublik.com | Prabowo Subianto menegaskan pentingnya swasembada pangan saat menghadiri panen raya jagung kuartal II di Tuban, Sabtu (16/5/2026). Dalam kunjungan kerja tersebut, Presiden juga meresmikan pembangunan 10 gudang ketahanan pangan serta peluncuran 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program makan bergizi nasional.
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa ketahanan pangan menjadi kunci utama kekuatan negara. Menurut dia, bangsa yang gagal memenuhi kebutuhan pangan rakyat akan sulit bertahan di tengah tantangan global, meski memiliki pertahanan yang kuat.
“Negara tidak mungkin kuat kalau rakyatnya kekurangan pangan. Semua negara besar, kalau kita pelajari sejarahnya, berdiri karena mampu menjamin kebutuhan pangan rakyatnya,” ujar Prabowo.
Pernyataan Prabowo di Tuban menjadi sorotan karena menegaskan arah kebijakan pemerintah menuju swasembada pangan nasional. Panen raya jagung di Tuban disebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi dalam negeri, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan pangan strategis.
Kegiatan panen raya digelar di kawasan pertanian Kecamatan Merakurak. Agenda tersebut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat, jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta petani setempat. Kehadiran Polri disebut menjadi bagian dari sinergi lintas lembaga dalam mendukung pengelolaan pangan nasional.
Prabowo juga menekankan bahwa keberhasilan sektor pertanian harus diukur dari kesinambungan hasil panen, bukan capaian sesaat. Menurut dia, Indonesia membutuhkan sistem produksi pangan yang stabil agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
“Bukan sekali panen berhasil lalu selesai. Harus terus-menerus, berkelanjutan, dan bisa menjamin kebutuhan rakyat setiap saat,” katanya.
Selain panen raya jagung, Presiden meresmikan 10 gudang ketahanan pangan sebagai sarana penyimpanan hasil panen untuk memperkuat distribusi. Gudang tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas stok sekaligus menekan potensi kerugian petani pasca-panen.
Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga meluncurkan 166 dapur layanan program makan bergizi gratis. Program ini ditujukan untuk memperluas distribusi makanan bergizi kepada anak-anak sekolah dan masyarakat penerima manfaat.
Dalam salah satu bagian pidato, Prabowo menyebut dirinya tidak memiliki gelar akademik tinggi, namun banyak belajar dari sejarah. Ia menilai semua negara maju memiliki satu kesamaan, yakni mampu membangun kemandirian pangan sebagai fondasi pembangunan.
Kunjungan Prabowo ke Tuban menegaskan bahwa swasembada pangan menjadi prioritas pemerintah pada 2026. Melalui peningkatan produksi jagung, pembangunan gudang pangan, dan penguatan program makan bergizi, pemerintah ingin membangun ketahanan nasional dari sektor yang paling mendasar: pangan rakyat.
