BREAKING NEWS

Ramai Seruan Boikot Sarwendah, Pengacara Beri Klarifikasi Soal Video Live yang Viral

Sarwendah Mantan Istri Ruben Onsu

Nama Sarwendah tengah menjadi perbincangan publik setelah potongan video siaran langsung (live streaming) miliknya viral di media sosial. Dalam video tersebut, mantan istri Ruben Onsu itu melontarkan sejumlah pernyataan yang memicu pro dan kontra di kalangan warganet.

Berdasarkan video yang beredar luas dan diunggah ulang oleh akun Instagram @lambegosiip, Sarwendah terlihat membahas nominal uang Rp200 juta. Dalam percakapan tersebut, ia juga menyinggung istilah "cong" yang kemudian memicu beragam interpretasi di media sosial.

"Rp200 juta itu berapa kali live sih, oh my God. Rp200 juta apa sih, berapa sih Rp200 juta," ujar Sarwendah dalam potongan video yang beredar.

Dalam bagian lain, Sarwendah juga menyampaikan bahwa dirinya tidak bergantung kepada laki-laki secara finansial.

"Enggak lah mengharapkan laki-laki apalagi cong. Dahulu gue juga enggak bisa bedain antara laki-laki sama cong. Sekarang gue udah bisa bedain laki-laki sama cong," ucapnya.

Potongan video tersebut langsung memicu berbagai reaksi dari netizen. Sebagian menilai ucapan tersebut kurang tepat disampaikan oleh figur publik yang memiliki pengaruh besar di media sosial. Tidak sedikit pula yang mengaitkan pernyataan tersebut dengan Ruben Onsu, terutama karena munculnya pembahasan mengenai nominal Rp200 juta yang kemudian dikaitkan oleh sebagian warganet dengan isu nafkah pascaperceraian.

Bahkan, sejumlah komentar bernada kritik mulai bermunculan di media sosial. Beberapa netizen menyerukan boikot terhadap produk-produk yang dipromosikan Sarwendah karena menganggap pernyataan tersebut tidak etis.

Di tengah ramainya spekulasi yang berkembang, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, memberikan klarifikasi terkait video yang viral tersebut. Melansir unggahan akun Instagram @lambegosiip, Chris menegaskan bahwa kliennya tidak pernah menyebut nama Ruben Onsu dalam siaran langsung tersebut.

"Saya klarifikasi bahwa tidak pernah ada kata Ruben ya, jadi jangan sampai itu dipelintir lagi, karena saya pelajari juga dalam video itu tidak mengucapkan kata Ruben sama sekali. Mereka mungkin hanya pertemanan atau manajemen, mereka bercerita soal itu, menurut saya apa yang salah, tidak menerima uang dari laki-laki yang cong, emang apa yang salah," ujar Chris.

Menurut Chris, publik seharusnya melihat video tersebut secara utuh dan tidak hanya berdasarkan potongan-potongan yang beredar di media sosial.

"Kalau nggak salah klien saya itu menyampaikan bahwa tidak perlu uang laki-laki atau cong, itu kan artinya semua subjek ya, artinya bisa laki-laki bisa cong, tidak ditujukan kepada mungkin netizen berpikir kepada RO (Ruben Onsu)," katanya.

Pernyataan tersebut juga disampaikan Chris dalam wawancara yang dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi pada Kamis (4/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia mengaku tidak mengetahui secara detail kondisi emosional kliennya saat melakukan siaran langsung tersebut.

"Saya enggak tahu bagaimana situasi emosional klien saya saat ini. Karena memang klien saya selama ini kan diam ya, tidak pernah bicara. Bahkan satu kata pun tidak pernah berbicara ya. Bahkan video yang sekarang lagi viral lagi pun itu sebenarnya juga baru satu kali ini dan tidak ditujukan kepada siapapun," ungkap Chris.

Meski demikian, ia kembali menegaskan bahwa video tersebut tidak memuat penyebutan nama Ruben Onsu secara langsung.

"Tapi kalaupun ada pihak-pihak yang merasa mungkin itu suatu tidak kesengajaan ya. Tetapi ya menurut saya video itu sama sekali tidak menyebutkan nama ya, masih clear lah ya," ujarnya.

Meski telah muncul berbagai spekulasi di media sosial, kuasa hukum Sarwendah menegaskan bahwa tidak ada penyebutan nama Ruben Onsu dalam siaran langsung yang menjadi perbincangan publik tersebut. Karena itu, berbagai asumsi yang mengaitkan pernyataan Sarwendah dengan pihak tertentu masih sebatas interpretasi warganet.

Fenomena ini kembali menunjukkan bagaimana potongan konten di media sosial dapat memicu beragam persepsi di ruang publik. Di tengah derasnya arus informasi digital, pemahaman terhadap konteks secara utuh menjadi faktor penting agar suatu pernyataan tidak disalahartikan maupun menimbulkan kesimpulan yang keliru.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar