Viral di Media Sosial, Oknum Polisi Tuban Diduga Pukul Badut, Ini Penjelasan Resmi Polres
![]() |
| Kasihumas Polres Tuban, Iptu Siswanto (dok.uj) |
TUBAN, ujungpublik.com | Video yang memperlihatkan dugaan pemukulan terhadap seorang pria berkostum badut oleh seorang anggota kepolisian di Kabupaten Tuban viral di media sosial dan memicu beragam reaksi dari masyarakat.
Dalam video yang beredar, tampak seorang pria berkostum badut terlibat interaksi dengan seorang anggota polisi sebelum terjadi dugaan tindakan kekerasan. Rekaman tersebut kemudian menyebar luas dan menjadi perbincangan publik, terutama terkait profesionalisme aparat dalam menangani warga di ruang publik.
Menanggapi video viral tersebut, Polres Tuban membenarkan bahwa peristiwa yang terekam memang terjadi dan melibatkan salah satu anggotanya. Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan pemeriksaan internal untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian.
Kasihumas Polres Tuban, Iptu Siswanto, mengatakan anggota yang terlibat dalam insiden tersebut saat ini telah menjalani pemeriksaan oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (SiPropam) Polres Tuban.
"Yang bersangkutan saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh Propam Polres Tuban," kata Siswanto, Sabtu (6/6/2026).
Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepolisian, peristiwa itu bermula saat petugas melakukan klarifikasi terhadap seorang badut yang disebut menyeberang jalan tanpa memperhatikan kondisi lalu lintas yang sedang ramai.
Saat proses tersebut berlangsung, korban membuka bagian kepala kostum yang dikenakannya. Dari situ, anggota yang terlibat mengaku mencium aroma minuman beralkohol dari korban.
"Jadi saat korban membuka tutup kepalanya, saudara TS mencium bau minuman keras," ujar Siswanto.
Meski demikian, keterangan tersebut masih menjadi bagian dari proses pemeriksaan yang sedang berlangsung. Polres Tuban menegaskan bahwa seluruh fakta terkait insiden tersebut akan didalami, termasuk kemungkinan adanya pelanggaran disiplin maupun kode etik profesi oleh anggota yang bersangkutan.
Di sisi lain, korban dan anggota polisi yang terlibat diketahui telah dipertemukan melalui proses mediasi yang difasilitasi oleh Polsek Tuban. Hasil mediasi tersebut menghasilkan kesepakatan damai antara kedua belah pihak dan persoalan diselesaikan secara kekeluargaan.
Namun, penyelesaian antara korban dan anggota polisi tidak menghentikan proses pemeriksaan internal. Polres Tuban memastikan mekanisme pengawasan terhadap personel tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut dugaan penggunaan tindakan fisik oleh aparat terhadap warga sipil. Oleh karena itu, hasil pemeriksaan Propam dinilai penting untuk memberikan kepastian mengenai ada atau tidaknya pelanggaran yang dilakukan anggota tersebut.
Polres Tuban menyatakan akan menindaklanjuti setiap informasi maupun aduan masyarakat secara profesional, transparan, dan akuntabel. Institusi kepolisian juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kepercayaan publik melalui penegakan disiplin internal dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
