BREAKING NEWS

Trans Jateng Gelangmanggung Beroperasi Agustus 2027, Hubungkan Temanggung, Kota Magelang dan Kabupaten Magelang

Gubernur Jateng menandatangani kesepakatan pengembangan Trans Jateng Gelangmanggung bersama kepala daerah terkait. 

Akses transportasi umum di kawasan Temanggung dan Magelang bakal semakin terhubung. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan koridor baru Trans Jateng Gelangmanggung mulai beroperasi pada Agustus 2027 untuk melayani mobilitas masyarakat di Kabupaten Temanggung, Kota Magelang, dan Kabupaten Magelang.

Koridor baru tersebut dirancang melayani rute Temanggung–Kota Magelang–Kabupaten Magelang pulang-pergi dengan dukungan 14 armada bus. Layanan akan beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 19.00 WIB dengan interval kedatangan sekitar 15 hingga 20 menit.

Pengembangan koridor ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antardaerah di kawasan aglomerasi Gelangmanggung yang memiliki aktivitas pendidikan, ekonomi, pemerintahan, dan pariwisata yang cukup tinggi. Kehadiran layanan transportasi massal tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif perjalanan yang lebih terjangkau sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Arief Djatmiko mengatakan, persiapan menuju operasional koridor baru mulai dilakukan melalui penyusunan tahapan teknis dan pembagian peran antar-pemerintah daerah yang terlibat.

“Trans Jateng sesuai rencana diarahkan pada 2027 untuk pengembangan Gelangmanggung. Tahapannya sudah dimulai sejak tahun lalu melalui penandatanganan komitmen bersama. Kesepakatan ini untuk memperjelas peran masing-masing pihak,” ujar Arief.

Menurutnya, pengembangan layanan tidak hanya berfokus pada penyediaan armada, tetapi juga integrasi sistem transportasi antardaerah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten dan kota akan melakukan sinkronisasi program, dukungan pembiayaan, pengembangan layanan angkutan pengumpan (feeder), hingga penyediaan sarana dan prasarana pendukung.

Selain melayani perjalanan masyarakat antarwilayah, Trans Jateng Gelangmanggung juga diproyeksikan terhubung dengan berbagai moda transportasi lain yang telah beroperasi. Koridor tersebut nantinya akan terkoneksi dengan layanan Trans Jateng rute Magelang–Purworejo yang telah terintegrasi dengan jaringan transportasi nasional melalui kereta api.

Integrasi juga akan dilakukan dengan program angkutan sekolah gratis yang saat ini telah berjalan di Kabupaten Magelang dan Kota Magelang. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas akses transportasi bagi pelajar sekaligus meningkatkan pemanfaatan angkutan umum. 

“Angkutan sekolah gratis akan diintegrasikan dengan Trans Jateng. Rute menuju tempat wisata juga akan kami hubungkan sehingga sistem transportasi dapat berjalan sesuai fungsi dan saling mendukung,” kata Arief.

Tak hanya mendukung mobilitas harian warga, koridor baru ini juga dipersiapkan untuk memperkuat akses menuju sejumlah destinasi wisata di kawasan Temanggung dan Magelang. Integrasi transportasi tersebut dinilai penting untuk menunjang pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Terkait kemungkinan penggunaan armada bus listrik, Arief menyebut pemerintah masih melakukan kajian. Sejumlah aspek yang menjadi pertimbangan antara lain efisiensi operasional, kebutuhan investasi, kesiapan infrastruktur pendukung, serta kesesuaian armada dengan karakteristik medan di kawasan Gelangmanggung.

Komitmen pengembangan koridor Trans Jateng Gelangmanggung ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Magelang, Pemerintah Kota Magelang, dan Pemerintah Kabupaten Temanggung di Pendopo Kabupaten Temanggung, Rabu (3/6/2026).

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Magelang Grengseng Pamuji, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, dan Bupati Temanggung Agus Setyawan sebagai tindak lanjut komitmen bersama yang telah disepakati pada Januari 2026.

Saat ini, layanan Trans Jateng telah beroperasi pada tujuh koridor dengan total 115 armada bus yang melayani empat kawasan pengembangan, yakni Kedungsepur, Solo Raya, Banyumas Raya, serta Purworejo–Magelang. Penambahan koridor Gelangmanggung diharapkan semakin memperluas jangkauan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat Jawa Tengah.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar