BREAKING NEWS

Libur Panjang, Ketapang Diprediksi Kembali Alami Lonjakan Arus Penyeberangan


BANYUWANGI, ujungpublik.com | Arus kendaraan menuju Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi, diperkirakan kembali mengalami peningkatan signifikan menjelang libur panjang. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terulangnya antrean panjang di jalur penyeberangan Jawa–Bali, yang dalam beberapa periode sebelumnya kerap terjadi saat kapasitas layanan tidak seimbang dengan volume kendaraan.

Kawasan Pelabuhan Penyeberangan Ketapang Banyuwangi menjadi salah satu simpul transportasi strategis nasional yang setiap tahun menghadapi tekanan arus tinggi pada periode libur dan musim perjalanan puncak.

Cuaca Selat Bali dan Keterbatasan Armada Masih Jadi Faktor Utama

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rofiq Ripto Himawan, menyebut hasil evaluasi lintas instansi menunjukkan bahwa kepadatan di Ketapang tidak hanya dipicu lonjakan kendaraan, tetapi juga dipengaruhi faktor eksternal yang sulit dihindari, terutama kondisi cuaca di Selat Bali serta terbatasnya jumlah kapal yang beroperasi saat sebagian armada menjalani perawatan rutin.

Menurut dia, kombinasi dua faktor tersebut kerap menyebabkan perlambatan layanan penyeberangan yang kemudian berdampak pada penumpukan kendaraan di akses menuju pelabuhan.

“Fokus kami adalah memastikan koordinasi lintas sektor berjalan efektif, sehingga setiap potensi hambatan bisa diantisipasi lebih awal,” kata Rofiq.

Evaluasi Skema Buffer Zone dan Rekayasa Arus

Salah satu titik evaluasi dalam rapat koordinasi adalah pola pengaturan kantong parkir atau buffer zone di kawasan Bulusan. Skema yang selama ini digunakan dinilai belum sepenuhnya efektif karena berpotensi menimbulkan pertemuan arus kendaraan dari dua arah, yang berdampak pada perlambatan laju kendaraan menuju pelabuhan.

Polresta Banyuwangi bersama instansi terkait kini mengkaji penataan ulang buffer zone agar ditempatkan lebih jauh dari akses utama pelabuhan dengan pola arus satu arah.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi titik hambatan dan meningkatkan kelancaran kendaraan menuju area penyeberangan, terutama pada saat terjadi lonjakan mendadak.

Keluhan Pengguna: Antrean dan Minimnya Kepastian Waktu

Di sisi lain, pengguna jasa penyeberangan masih mengeluhkan pola antrean yang dinilai belum sepenuhnya dapat diprediksi. Kondisi ini terutama terjadi saat cuaca buruk atau saat peningkatan volume kendaraan pada akhir pekan dan libur panjang.

Suyono (42), sopir truk logistik rute Jawa–Bali, mengatakan antrean panjang masih menjadi persoalan berulang yang berdampak pada jadwal pengiriman barang.

“Kalau sudah cuaca buruk atau libur panjang, antreannya bisa sangat panjang. Kami sering harus menunggu cukup lama sebelum bisa menyeberang,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Rini (35), pengguna kendaraan pribadi. Ia menilai keterbatasan informasi terkait kondisi pelabuhan membuat sebagian pengguna jalan tidak dapat mengatur waktu perjalanan secara optimal.

“Informasi kadang terlambat, jadi banyak yang sudah terlanjur sampai dan akhirnya menumpuk di lokasi,” katanya.

Pengamanan dan Pengendalian Arus

Selain rekayasa lalu lintas, kepolisian juga menyiagakan personel di sejumlah titik rawan kepadatan untuk memastikan keamanan kendaraan yang mengantre serta mencegah potensi gangguan kamtibmas di kawasan pelabuhan.

Dengan berbagai langkah antisipasi yang disiapkan, aparat berharap arus penyeberangan pada periode libur panjang dapat berjalan lebih terkendali. Namun demikian, sejumlah faktor struktural seperti cuaca dan kapasitas armada masih menjadi tantangan yang berulang setiap tahun di salah satu jalur penyeberangan tersibuk nasional tersebut.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar