Gaji Tak Dibayarkan Selama Enam Tahun, Guru ASN di Baubau Mengaku Terpaksa Berutang dan Minta Anak Berjualan
![]() |
| Hasrianti, guru ASN SMP Negeri 2 Baubau, menceritakan perjuangannya setelah gaji tidak dibayarkan selama enam tahun. |
BAUBAU, ujungpublik.com | Seorang guru Aparatur Sipil Negara (ASN) di SMP Negeri 2 Baubau, Sulawesi Tenggara, Hasrianti, mengaku tidak menerima gaji selama kurang lebih enam tahun atau sekitar 73 bulan. Kondisi tersebut, menurut pengakuannya, memaksanya berutang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, bahkan meminta anaknya berjualan demi membantu perekonomian rumah tangga di tengah kondisi suaminya yang sedang sakit.
Hasrianti mengatakan hingga kini dirinya belum memperoleh penjelasan yang jelas mengenai alasan penghentian pembayaran gajinya. Ia menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan yang pernah dijalaninya, dirinya dinilai lalai menjalankan tugas sebagai guru.
Namun, Hasrianti membantah penilaian tersebut. Ia menegaskan tetap melaksanakan tugas sebagai tenaga pendidik dan mengaku telah menunjukkan bukti absensi kehadiran saat proses pemeriksaan.
"Sampai hari ini saya tidak tahu kenapa gaji saya ditahan. Alasannya katanya berdasarkan hasil pemeriksaan saya lalai menjalankan tugas, padahal saat pemeriksaan saya sudah menunjukkan bukti absensi kehadiran saya di SMP Negeri 2 Baubau, tetapi tidak diterima," ujar Hasrianti saat ditemui di SMP Negeri 2 Baubau, Selasa (23/6/2026).
Hasrianti menjelaskan persoalan bermula ketika dirinya mendapat informasi mengenai mutasi ke SMP Negeri 7 Baubau. Menurutnya, perpindahan tersebut tidak pernah disertai Surat Keputusan (SK) resmi, melainkan hanya disebut melalui nota tugas yang hingga kini tidak pernah diterimanya.
"Katanya ada nota tugas yang dikeluarkan tanggal 4 Juni 2019. Tetapi ketika saya minta nota tugas itu, tidak pernah diberikan. Saya menghadap kepala sekolah tidak diberikan, ke kepala dinas juga tidak diterima. Saya cari di BKD juga tidak ada. Saya bahkan berusaha menemui Sekda saat itu, tetapi juga tidak bisa bertemu," tuturnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Baubau maupun instansi terkait mengenai alasan belum dibayarkannya gaji Hasrianti serta status administrasi kepegawaiannya. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait untuk mendapatkan penjelasan secara berimbang.
