BREAKING NEWS

Ancaman Banjir Rob di Pesisir Surabaya, Warga Diminta Waspada Fenomena Pasang Maksimum

Patroli Dialogis Polres Pelabuhan Tanjungperak Imbau Warga Pesisir Surabaya Waspada Banjir Rob

SURABAYA, ujungpublik.com | Fenomena banjir rob kembali menjadi perhatian di wilayah pesisir Surabaya setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Pelabuhan Tanjung Perak mengeluarkan peringatan dini terkait potensi peningkatan pasang air laut selama pertengahan Mei 2026.

Fenomena ini dipicu oleh fase new moon yang secara ilmiah meningkatkan gaya gravitasi bulan terhadap bumi, sehingga memicu pasang maksimum air laut. Dalam periode 16 hingga 21 Mei 2026, BMKG memproyeksikan tinggi pasang dapat mencapai 120–160 cm dari permukaan laut, yang berpotensi menimbulkan genangan di kawasan pesisir rendah.

Dampaknya tidak hanya bersifat hidrometeorologis, tetapi juga sosial-ekonomi. Wilayah padat aktivitas seperti Pelabuhan Tanjung Perak, Kenjeran, hingga kawasan permukiman pesisir di Benowo dan Bulak menjadi area yang paling rentan terdampak genangan dengan estimasi ketinggian 10–40 cm.

Sebagai respons cepat, Polres Pelabuhan Tanjungperak melakukan langkah mitigasi berbasis patroli dialogis ke sejumlah titik rawan. Pendekatan ini digunakan tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk menyampaikan informasi risiko secara langsung kepada warga.

Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjungperak, Iptu Suroto, mengatakan pihaknya mengedepankan pendekatan komunikasi lapangan agar masyarakat memahami potensi ancaman sejak dini.

“Personel kami turun langsung ke pemukiman warga untuk memberikan sosialisasi dan edukasi, khususnya kepada nelayan dan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa langkah tersebut penting untuk memastikan warga memiliki waktu cukup dalam melakukan antisipasi.

“Kami ingin masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada dan bisa melakukan persiapan sejak awal,” kata Suroto.

Selain itu, kepolisian juga menyiapkan jalur evakuasi di sejumlah titik rawan sebagai langkah mitigasi apabila terjadi peningkatan genangan yang signifikan.

“Jalur evakuasi sudah kami siapkan sebagai langkah antisipasi apabila banjir rob terjadi,” ujarnya.

Secara ilmiah, BMKG menjelaskan bahwa pasang maksimum kali ini dapat mencapai 120–160 cm, yang berpotensi memicu genangan di daratan rendah dengan ketinggian sekitar 10–40 cm, terutama pada pagi hingga siang hari sekitar pukul 09.00–12.00 WIB.

Wilayah yang berpotensi terdampak di Surabaya meliputi Benowo, kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Kecamatan Kenjeran, serta pesisir timur. Sementara di tingkat regional, potensi serupa juga diperkirakan terjadi di Gresik, Lamongan, Tuban, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Jember, hingga Banyuwangi, serta sejumlah wilayah pesisir Madura seperti Bangkalan dan Sampang.

Fenomena banjir rob di pesisir utara Jawa bukan hal baru, namun para ahli menilai intensitas dampaknya cenderung meningkat akibat kombinasi faktor pasang astronomis, penurunan muka tanah, dan tekanan pembangunan di wilayah pesisir.

Dalam konteks itu, peringatan BMKG menjadi rujukan utama mitigasi dini, sementara respons aparat di lapangan menunjukkan pentingnya komunikasi risiko yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Yang terpenting adalah masyarakat mendapatkan informasi lebih awal agar bisa mengurangi dampak yang ditimbulkan,” kata salah satu petugas di lapangan.

Hingga masa peringatan berakhir, patroli dan pemantauan di titik-titik rawan masih akan terus dilakukan untuk menjaga kondisi tetap aman dan terkendali di kawasan pesisir Surabaya.

Kalau kamu mau, saya bisa buatkan versi lebih tajam (investigatif: apakah mitigasi ini cukup atau hanya reaktif musiman) atau versi SEO Google Discover yang lebih viral angle.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar