BREAKING NEWS

Tanah Bergerak di Bogor, Puluhan Warga Kampung Cimangurang Mengungsi, 7 Rumah Rusak

 Rumah Warga Yang Mengalami Kerusakan Akibat Tanah Bergerak


BOGOR, ujungpublik.com | Fenomena tanah bergerak terjadi di Kampung Cimangurang, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan hingga kini masih terus berlangsung. Peristiwa ini menyebabkan puluhan warga terdampak dan terpaksa mengungsi demi keselamatan.

Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya tujuh rumah mengalami kerusakan, terdiri dari empat rumah rusak berat dan tiga rumah rusak sedang. Sebanyak sembilan kepala keluarga atau sekitar 28 jiwa harus meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Pergerakan tanah ini mulai terdeteksi sejak Kamis, 16 April 2026. Awalnya, warga melihat retakan pada tanah serta dinding dan lantai rumah dengan lebar sekitar 10 sentimeter. Namun, kondisi terus memburuk seiring tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.

Retakan tanah dilaporkan semakin memanjang hingga mencapai sekitar 100 meter, yang berdampak langsung pada struktur bangunan warga. Sejumlah rumah mengalami kerusakan secara bertahap akibat pergeseran tanah tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian.

Warga yang terdampak diminta untuk tidak kembali ke rumah sebelum kondisi dinyatakan aman. Hal ini mengingat potensi pergerakan tanah masih cukup tinggi.

Pemerintah daerah bersama BPBD menilai wilayah tersebut tergolong rawan tanah bergerak dan longsor, terutama dipicu oleh curah hujan tinggi serta kondisi tanah yang labil.

Kepala Desa Cijayanti menyatakan pihak desa langsung berkoordinasi dengan BPBD setelah menerima laporan dari warga terkait retakan tanah dan kerusakan rumah. Pemerintah desa juga mendukung langkah evakuasi serta pengungsian sementara guna menghindari risiko yang lebih besar.

Salah seorang warga mengaku semakin khawatir setelah retakan tanah terus meluas di sekitar permukiman. Ia menyebut suara retakan dan getaran kerap terdengar dalam beberapa hari terakhir, sehingga warga memilih mengosongkan rumah demi keselamatan.

Hingga kini, petugas masih melakukan pemantauan intensif di lokasi. Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas untuk mengantisipasi kemungkinan pergerakan tanah susulan.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar