Siapa Mbah Condro? Kisah Polisi Kocak, Humanis, dan Dekat dengan Masyarakat yang Viral di Media Sosial
![]() |
| Gambar: (Dok. Radar Banten) |
Di tengah citra aparat yang kerap identik dengan ketegasan dan formalitas, sosok AKBP Condro Sasongko justru hadir dengan pendekatan yang berbeda. Pria yang akrab disapa “Mbah Condro” atau “Mbah Con” ini berhasil mencuri perhatian publik berkat gaya kepemimpinannya yang humanis, merakyat, dan penuh sentuhan humor.
Mbah Condro bukan hanya sekadar figur viral di media sosial. Di balik tingkahnya yang kerap mengundang tawa, tersimpan dedikasi tinggi sebagai perwira Polri. Lulusan Akademi Kepolisian 2005 ini dikenal memiliki rekam jejak penegakan hukum yang kuat, termasuk keberhasilannya membongkar kasus industri sampo palsu di Tangerang pada 2022 sebuah capaian yang menunjukkan ketegasan sekaligus kecermatannya dalam bekerja.
Saat menjabat sebagai Kapolres Serang, Banten, namanya semakin dikenal luas. Ia tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat. Salah satu inovasi yang mendapat apresiasi adalah program “Halo Pak Kapolres”, yang memungkinkan warga menyampaikan laporan dan keluhan secara langsung. Pendekatan ini membuat masyarakat merasa lebih didengar dan dilibatkan.
Keunikan Mbah Condro terletak pada caranya berinteraksi. Ia kerap tampil dengan gaya santai, humor ala Srimulat, dan ekspresi jenaka yang spontan. Dalam berbagai kegiatan blusukan, ia tidak segan bercanda dengan warga, bahkan terkadang “ngamuk” dengan gaya lucu yang justru menghibur. Video-videonya di TikTok dan Instagram pun sering viral, memperlihatkan sisi lain dari seorang aparat penegak hukum.
Namun, di balik kelucuan itu, tersimpan pesan yang kuat: membangun kedekatan tanpa mengurangi wibawa. Justru dengan pendekatan tersebut, Mbah Condro mampu mencairkan suasana dan menjembatani komunikasi antara polisi dan masyarakat.
Prestasinya pun tak main-main. Ia dianugerahi Hoegeng Award 2025 sebagai Polisi Inovatif Teladan, serta membawa jajarannya meraih berbagai penghargaan, termasuk di bidang ketahanan pangan nasional dan penegakan hukum terpadu.
Ketika ia dimutasi pada Desember 2025 menjadi Kabagbinkar Biro SDM Polda Jawa Barat, kepergiannya dari Serang meninggalkan kesan mendalam. Warga merasa kehilangan sosok pemimpin yang bukan hanya tegas, tetapi juga hangat dan dekat dengan rakyat.
Mbah Condro membuktikan bahwa menjadi polisi tidak harus selalu kaku. Dengan sentuhan humor, empati, dan komunikasi yang tulus, ia menghadirkan wajah kepolisian yang lebih humanis membuat masyarakat bukan hanya patuh, tetapi juga percaya dan kagum.
