Pemerintah Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tak Naik hingga Akhir 2026 Meski Harga Minyak Dunia Bergejolak
![]() |
| Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa |
JAKARTA, ujungpublik.com | Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir tahun 2026, meskipun harga minyak mentah dunia tengah mengalami gejolak akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI.
Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, meminta penegasan terkait kesiapan pemerintah menghadapi potensi lonjakan harga minyak dunia yang dapat berdampak pada kebijakan energi nasional.
“Jadi, saya ingin memastikan lagi, ini sangat penting untuk diketahui masyarakat. Dengan skenario harga minyak di level US$80, US$90, hingga US$100 per barel, negara sudah siap, ya Pak?” tanya Misbakhun.
Menanggapi hal itu, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario dan dalam posisi siap menghadapi kondisi tersebut.
“Sudah siap. Yang kemarin diumumkan itu dengan asumsi US$100, jadi kita sudah siap kalau sampai sana,” ujarnya.
Misbakhun kemudian kembali memastikan apakah kesiapan tersebut berlaku hingga akhir tahun 2026.
“Siap sampai akhir tahun?” tanyanya.
“Sampai akhir tahun,” tegas Purbaya.
Ia menjelaskan, pemerintah telah melakukan berbagai simulasi untuk mengukur ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terhadap kenaikan harga minyak mentah dunia, yang saat ini berada di atas asumsi makro APBN 2026 sebesar US$70 per barel.
Menurutnya, simulasi risiko telah disiapkan untuk rentang harga minyak antara US$80 hingga US$100 per barel hingga akhir tahun.
“Kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi, dengan asumsi harga minyak US$100 per barel sampai akhir tahun,” jelasnya.
Purbaya juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kemungkinan kenaikan harga BBM bersubsidi.
“Jadi yang bersubsidi sampai akhir tahun aman. Masyarakat tidak perlu ribut atau takut, karena semuanya sudah kami hitung,” pungkasnya.
