BREAKING NEWS

Musrenbang 2027 Dimulai, Khofifah Indar Parawansa Tekankan Pendidikan–Kesehatan dan Transportasi Terintegrasi

 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa

SURABAYA, ujungpublik.com | Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai memetakan arah pembangunan tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD. Fokus utama tetap pada pelayanan dasar, khususnya sektor pendidikan dan kesehatan, yang dinilai sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa pembangunan tidak semata mengejar pertumbuhan ekonomi secara angka, tetapi harus berdampak nyata bagi masyarakat.

“Berkualitas itu artinya memastikan desa kebagian, masyarakat rentan juga kebagian. Pelayanan dasar harus menjangkau semua,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Meski menghadapi penyesuaian fiskal yang memangkas kewenangan anggaran hingga Rp2,8 triliun, Pemprov Jatim memastikan program pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama.

Pemerataan Layanan Kesehatan Regional

Di sektor kesehatan, sejumlah proyek strategis dipercepat. Salah satunya pengembangan RS Mohammad Noer serta rumah sakit di Jember.

Ke depan, pemerintah menargetkan lima rumah sakit regional tersebar di wilayah strategis seperti Surabaya, Madiun, Malang, kawasan Madura, hingga Tapal Kuda.

Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tinggi secara merata di seluruh wilayah Jawa Timur.

Metropolitan Baru dan Transportasi Terintegrasi

Sejalan dengan arah kebijakan nasional, Jawa Timur juga mempersiapkan kawasan metropolitan sebagai motor pertumbuhan baru berbasis ekonomi jasa, kreatif, dan digital.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyebut integrasi transportasi publik menjadi kunci utama. Penguatan jaringan Trans Jatim terus dilakukan, terutama di wilayah Surabaya Raya dan Malang Raya.

Tak hanya transportasi darat, konsep maritim juga dikembangkan melalui Trans Jatim Laut serta optimalisasi Pelabuhan Jangkar. Integrasi ini akan terhubung dengan proyek strategis nasional seperti jalur ganda kereta api hingga kereta listrik.

“Saat ini kontrak teknis senilai 7 juta euro atau sekitar Rp140 miliar sudah berjalan. Ini konkret,” jelas Emil.

Menuju Lumbung Energi Nasional

Selain infrastruktur, Jawa Timur juga diproyeksikan menjadi pusat swasembada energi. Pemanfaatan gas alam di Bojonegoro untuk produksi metanol serta pengembangan bioetanol di Banyuwangi menjadi bagian dari strategi besar tersebut.

Tak ketinggalan, proyek Grass Root Refinery (GRR) di Tuban terus dikaji sebagai penguat sektor petrokimia nasional.

Emil menegaskan, pembangunan transportasi dan energi merupakan investasi jangka panjang yang tidak boleh terganggu oleh dinamika jangka pendek.

“Jika kita ragu hanya karena goncangan kecil, transportasi publik kita tidak akan pernah maju,” tegasnya.

Arah Pembangunan 2027

Melalui Musrenbang RKPD ini, Pemprov Jawa Timur ingin memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi merata hingga desa. Dengan kombinasi layanan dasar yang kuat, konektivitas wilayah, dan kemandirian energi, Jawa Timur menatap 2027 dengan target pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar