Longsor Garut Tutup Jalur Vital Banjarwangi–Singajaya, 4 Titik Ambles Usai Hujan Deras
![]() |
| Gambar diambil dari warga sekitar |
GARUT, ujungpublik.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Garut memicu bencana longsor di empat titik pada Sabtu malam, 11 April 2026. Akibatnya, akses Jalan Raya Banjarwangi Singajaya sempat lumpuh total dan mengganggu mobilitas warga.
Kronologi Kejadian
Longsor terjadi setelah curah hujan tinggi membuat kondisi tanah menjadi labil. Material berupa tanah dan bebatuan dari tebing menutup badan jalan di Kampung Ciawitali, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Banjarwangi.
Dari empat titik longsor, dua di antaranya menutup total akses jalan, sementara dua titik lainnya hanya menutup sebagian namun tetap membahayakan pengguna jalan.
Respons Cepat Petugas
Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi. Proses pembersihan dilakukan secara gotong royong menggunakan peralatan seadanya.
Kepala Polsek Banjarwangi, Ipda Ipar Suparlan, mengatakan pihaknya langsung melakukan pengecekan dan koordinasi untuk mempercepat normalisasi jalur.
Dampak yang Ditimbulkan
Penutupan jalur vital ini sempat menyebabkan antrean kendaraan dan menghambat distribusi logistik antar wilayah. Aktivitas warga juga terganggu, terutama bagi mereka yang bergantung pada jalur tersebut.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Proses Evakuasi dan Pemulihan
Berkat kerja sama tim gabungan dan masyarakat, material longsor berhasil dibersihkan dan jalur kembali dapat dilintasi kendaraan dalam waktu relatif singkat.
Namun, kondisi jalan masih licin dan belum sepenuhnya aman.
Imbauan dan Kewaspadaan
Petugas mengimbau masyarakat dan pengendara untuk tetap berhati-hati saat melintas di lokasi. Wilayah tersebut dikenal rawan longsor, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.
Pengguna jalan juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan guna menghindari risiko longsor susulan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kawasan selatan Garut memiliki potensi bencana alam tinggi saat musim hujan. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko di masa mendatang.
