Krisis LPG 3 Kg Hari Ke-4 di Pasuruan, UMKM Kuliner Terancam Lumpuh
![]() |
| Gambar Ilustrasi Kelangkaan Gas LPG 3kg Yang Berdampak Pada Pelaku Usaha Mikro Kecil, dan UMKM |
PASURUAN, ujungpublik.com – Kelangkaan gas LPG ukuran 3 kilogram di Pasuruan memasuki hari keempat, Sabtu (11/4/2026). Kondisi ini mulai berdampak serius terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya sektor kuliner.
Sejumlah pelaku usaha mengaku kesulitan mendapatkan pasokan gas bersubsidi tersebut. Stok di tingkat agen dan pangkalan resmi dilaporkan kosong, sementara permintaan masyarakat terus meningkat.
UMKM Kuliner Kelimpungan
Kelangkaan LPG 3 kg membuat banyak pemilik warung makan dan usaha kuliner kecil harus mencari alternatif bahan bakar demi tetap beroperasi. Namun, pilihan tersebut dinilai tidak efisien dan justru menambah beban biaya produksi.
“Sudah keliling ke beberapa pangkalan, tapi kosong semua. Kalau beli di luar harganya jauh lebih mahal,” ujar salah satu pelaku usaha kuliner di Pasuruan.
Kondisi ini membuat sebagian pelaku usaha terpaksa mengurangi produksi, bahkan ada yang memilih tutup sementara.
Ancaman Kenaikan Harga Makanan
Jika kelangkaan terus berlanjut, para pelaku UMKM memperkirakan akan terjadi kenaikan harga makanan. Hal ini dilakukan untuk menutupi biaya operasional yang meningkat akibat penggunaan bahan bakar alternatif atau pembelian gas dengan harga lebih tinggi di luar jalur resmi.
Situasi tersebut dikhawatirkan berdampak pada daya beli masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Pasokan Diharapkan Segera Normal
Pelaku usaha berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi kelangkaan LPG 3 kg ini. Stabilitas pasokan dinilai sangat penting agar aktivitas ekonomi masyarakat kecil tetap berjalan.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan distribusi gas bersubsidi di Pasuruan akan kembali normal. Sementara itu, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
