Kebijakan Prabowo yang Bikin Stok Beras Bulog Capai Rekor 5 Juta Ton
![]() |
| “Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton” di atas, menunjukkan capaian Rekor CBP di era Prabowo. (Ilustrasi/kontan) |
Cadangan beras pemerintah di Bulog menyentuh rekor sekitar 5 juta ton pada April 2026. Lonjakan stok ini tak lepas dari sejumlah kebijakan Presiden Prabowo Subianto di bidang pangan, mulai dari penugasan serap besar‑besaran, HPP tinggi bagi petani, hingga penataan ulang bantuan beras.
Di era Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menugaskan Bulog untuk menyerap beras dalam skala sangat besar dari petani, mulai dari 3 juta ton hingga naik menjadi sekitar 4 juta ton beras setara gabah dalam beberapa tahun pertama kepemimpinannya. Penugasan ini diperkuat dengan kebijakan anggaran besar, di mana Presiden Prabowo mengalokasikan sekitar Rp 16–16,5 triliun agar Bulog bisa membeli dan mengelola cadangan beras secara masif.
Kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) juga diperkuat. Pemerintah menetapkan HPP gabah di kisaran Rp 6.500 per kg, dengan standar kualitas yang tetap diterima Bulog. Kebijakan ini menjadi insentif kuat bagi petani untuk menyerahkan hasil panen mereka langsung ke Bulog, sehingga aliran gabah ke gudang Bulog terus meningkat dan cadangan beras tidak terganggu di musim panen.
Selain penyerapan dan HPP, pemerintah juga menata ulang program bantuan beras. Dalam beberapa periode panen raya, penyaluran bantuan beras kepada masyarakat sempat dihentikan sementara. Ini dilakukan agar penyerapan gabah dari petani tidak terganggu dan harga beras di tingkat petani tidak runtuh. Akibat penataan ini, stok beras di gudang Bulog lebih banyak “tertahan” di musim panen, sehingga angka cadangan beras melesat ke level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Secara simbolik, Prabowo juga kerap menegaskan komitmen pemerintah lewat sidak ke gudang Bulog, misalnya di Magelang. Di sana, Presiden menekankan bahwa cadangan beras harus aman untuk sekitar 11 bulan ke depan dan distribusinya tepat sasaran. Pesan politik ini membuat Bulog dan kementerian terkait menjadikan target penyerapan beras dan penjagaan cadangan beras sebagai prioritas utama.
Secara garis besar, kombinasi penugasan serap besar‑besaran ke Bulog, penetapan HPP tinggi, penambahan anggaran, penataan bantuan beras, dan penekanan penjagaan stok dari Presiden Prabowo, adalah deretan kebijakan utama yang mendorong stok beras Bulog melonjak hingga mencapai sekitar 5 juta ton di 2026. Rekor ini menjadi salah satu ikon kinerja pangan pemerintah era Prabowo di mata publik dan elit politik.
