BREAKING NEWS

Mohammad Jumhur Hidayat Jadi Menteri Lingkungan Hidup, Sinyal Kuat Representasi Buruh di Kabinet Prabowo Subianto

Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup Sekaligus merangkap sebagai Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup dalam reshuffle kabinet pada 27 April 2026 di Istana Negara (sumber: Yt) 

JAKARTA, ujungpublik.com | Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup dalam reshuffle kabinet pada 27 April 2026 di Istana Negara. Ia menggantikan Hanif Faisol Nurofiq dan sekaligus merangkap sebagai Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

Penunjukan Jumhur menjadi sorotan karena ia berasal dari kalangan buruh. Selama ini, ia dikenal sebagai Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), salah satu organisasi pekerja terbesar di Indonesia, dengan masa jabatan periode 2022–2027 hasil Kongres ke-10 pada 16 Februari 2022.

Aktivis Buruh Senior dan Vokal Sejak Reformasi

Jumhur Hidayat merupakan tokoh aktivis buruh senior yang aktif sejak era pasca-Reformasi. Ia dikenal konsisten memperjuangkan hak-hak pekerja dan kerap bersuara lantang terhadap kebijakan yang dinilai merugikan buruh.

Salah satu sikap paling menonjol adalah penolakannya terhadap Undang-Undang Cipta Kerja pada 2020. Melalui media sosial, ia menyerukan perlawanan terhadap regulasi tersebut, yang menurutnya berpotensi merugikan pekerja dan lebih berpihak pada kepentingan investor.

Reshuffle dan Sinyal Politik Baru

Masuknya Jumhur ke dalam kabinet dinilai sebagai sinyal politik baru dari pemerintahan. Langkah ini dianggap sebagai upaya memperluas representasi kelompok masyarakat, khususnya buruh, dalam lingkar kekuasaan.

Dengan basis massa yang besar dan jaringan kuat, kelompok buruh dinilai memiliki posisi strategis dalam peta politik nasional, terutama menjelang dinamika politik ke depan.

Selain itu, kehadiran Jumhur di Kementerian Lingkungan Hidup diharapkan mampu menghadirkan perspektif baru dalam merumuskan kebijakan, terutama dalam menyeimbangkan kepentingan industri, pekerja, dan keberlanjutan lingkungan.

Dukungan Buruh Mengalir

Penunjukan ini disambut positif oleh berbagai kalangan buruh. Dedi Irawan menyebut pelantikan Jumhur sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi gerakan buruh di Indonesia.

“Artinya, kontribusi beliau terhadap Indonesia ini sangat besar. Bang Jumhur ini memang sangat care, sangat dekat. Beliau tidak melihat senior-junior, beliau memang sangat concern dengan kondisi buruh,” ujar Dedi.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Andi Gani Nena Wea yang menilai penunjukan tersebut sebagai kehormatan bagi gerakan buruh nasional. Ia berharap Jumhur tetap konsisten memperjuangkan kepentingan pekerja meski kini berada di dalam pemerintahan.

Harapan dan Tantangan

Meski menuai apresiasi, publik menaruh harapan besar terhadap kinerja Jumhur. Posisi Menteri Lingkungan Hidup dinilai memiliki tantangan kompleks, mulai dari isu deforestasi, konflik lahan, hingga tekanan industri.

Karena itu, kehadiran Jumhur tidak hanya diharapkan menjadi simbol representasi buruh, tetapi juga mampu menghadirkan kebijakan konkret yang berdampak nyata bagi kesejahteraan pekerja sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar