Diare: Penyebab, Cara Mengatasi di Rumah, dan Cara Membuat Oralit yang Benar
Diare adalah kondisi ketika seseorang buang air besar lebih sering dari biasanya dengan tinja cair atau lembek. Meski umum terjadi, diare tidak boleh dianggap sepele karena bisa menyebabkan dehidrasi, terutama pada anak-anak dan lansia.
Diare dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Penyebab paling sering adalah infeksi, baik virus maupun bakteri. Infeksi virus seperti rotavirus dan norovirus umumnya menyerang anak-anak dan menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Selain itu, diare juga bisa disebabkan bakteri seperti E. coli, Salmonella, dan Campylobacter, yang biasanya berasal dari daging kurang matang, makanan tidak higienis, atau air kotor. Pada beberapa kasus, parasit seperti Giardia juga dapat memicu diare, terutama jika seseorang mengonsumsi air dari sumber yang tidak bersih.
Selain infeksi, diare juga dapat dipicu oleh faktor non-infeksi. Misalnya intoleransi makanan seperti laktosa atau gluten yang membuat pencernaan bereaksi setelah mengonsumsi susu atau makanan tertentu. Diare juga bisa muncul sebagai efek samping obat, terutama antibiotik yang mengganggu keseimbangan bakteri baik dalam usus. Faktor stres, kecemasan, hingga keracunan makanan ringan juga sering menjadi pemicu diare sementara.
Jika diare masih ringan, biasanya bisa ditangani di rumah dengan cara sederhana. Hal paling penting adalah mengganti cairan tubuh yang hilang agar tidak terjadi dehidrasi. Penderita dianjurkan minum lebih banyak cairan seperti air putih, kaldu bening, atau oralit. Hindari sementara minuman bersoda, kopi atau teh berkafein, minuman terlalu manis, serta susu karena dapat memperparah kondisi pencernaan.
Selain menjaga cairan tubuh, penderita juga disarankan mengonsumsi makanan yang mudah dicerna. Pola makan BRAT bisa menjadi pilihan, yaitu pisang, nasi putih atau bubur, saus apel, dan roti tawar. Makanan ini membantu mengurangi beban kerja usus. Sebaiknya makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering agar tubuh tetap mendapat energi tanpa memperparah diare.
Jika oralit kemasan tidak tersedia, larutan oralit juga bisa dibuat sendiri di rumah. Caranya cukup menyiapkan 1 liter air matang yang sudah direbus dan didinginkan, lalu campurkan 6–8 sendok teh gula dan ½ sendok teh garam. Aduk hingga larut sempurna. Larutan ini harus disimpan di tempat bersih dan sebaiknya dibuang setelah 24 jam.
Oralit sebaiknya diminum perlahan. Untuk orang dewasa, bisa dikonsumsi sekitar 200 ml setiap selesai buang air besar. Namun, takaran gula dan garam harus benar-benar tepat karena larutan yang terlalu manis atau terlalu asin bisa membahayakan tubuh. Jika memungkinkan, oralit kemasan dari apotek tetap menjadi pilihan terbaik.
Meski diare umumnya bisa sembuh sendiri, ada kondisi tertentu yang memerlukan pemeriksaan dokter. Segera periksa jika diare berlangsung lebih dari tiga hari, disertai demam tinggi, muntah terus-menerus, tubuh sangat lemas, tanda dehidrasi, atau terdapat darah maupun lendir pada tinja.
Dengan penanganan yang tepat, diare biasanya bisa pulih dalam waktu singkat. Yang terpenting adalah menjaga asupan cairan, memilih makanan yang aman untuk pencernaan, dan segera mencari bantuan medis jika gejala memburuk.
