Demo BEM Semarang Raya di DPRD Jateng Berujung Walkout, Mahasiswa Nyatakan Mosi Tidak Percaya
![]() |
| Aksi demonstrasi Aliansi BEM Semarang Raya (BEM SERA) di depan Gedung DPRD Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026) sore |
SEMARANG, ujungpublik.com | Aksi demonstrasi Aliansi BEM Semarang Raya (BEM SERA) di depan Gedung DPRD Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026), diwarnai ketegangan. Ratusan mahasiswa memilih walkout sebagai bentuk protes karena merasa aspirasi mereka tidak ditanggapi secara serius oleh pihak legislatif.
Sekitar 300 mahasiswa awalnya menggelar aksi untuk menuntut audiensi terkait isu tumpang tindih peradilan militer dan peradilan umum, serta dugaan represivitas terhadap masyarakat sipil, termasuk kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andre Yunus.
Namun, massa kecewa karena hanya ditemui anggota Komisi B DPRD Jateng, Muhaimin, yang dinilai tidak memiliki kewenangan dalam isu hukum dan pemerintahan. Ia berdalih kehadirannya sebagai bentuk tanggung jawab karena pimpinan dan Komisi A sedang bertugas di luar kota.
Koordinator Lapangan aksi, Tegar Wijaya Mukti, menilai dialog yang terjadi tidak menghasilkan solusi dan hanya berisi jawaban normatif. Ia menegaskan mahasiswa memilih mundur sekitar pukul 18.00 WIB untuk menghindari risiko serta sebagai bentuk tekanan politik.
“Kami merasa hanya buang waktu. Jawabannya normatif dan tidak menyentuh substansi, sehingga kami memilih menarik diri,” tegasnya.
Aliansi BEM SERA menyatakan aksi walkout ini menjadi awal dari gerakan lanjutan dengan massa yang lebih besar. Mahasiswa juga menyatakan mosi tidak percaya kepada DPRD Jawa Tengah dan menegaskan akan kembali menggelar aksi hingga tuntutan mereka mendapat respons dari pihak yang berwenang.
