Ceramah Gus Miftah Viral, Tegaskan MBG Program Bukan Proyek: “Kalau Pintu Rusak, Jangan Robohkan Rumahnya”
![]() |
| Gus Miftah (Dok. Ist) |
Penceramah kondang Gus Miftah kembali menjadi perhatian publik setelah potongan ceramahnya terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial. Dalam ceramah tersebut, Gus Miftah menegaskan bahwa MBG merupakan program nasional, bukan proyek sementara yang bisa dihentikan hanya karena muncul persoalan teknis dalam pelaksanaannya.
Cuplikan ceramah itu ramai dibagikan di berbagai platform seperti Instagram dan Facebook sejak Maret 2026. Pernyataan Gus Miftah pun memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian mendukung karena program MBG dinilai memiliki manfaat besar bagi masyarakat, terutama anak-anak. Namun, sebagian lainnya menyoroti pentingnya pengawasan ketat agar pelaksanaan MBG tidak menimbulkan persoalan baru.
Dalam ceramahnya, Gus Miftah menyampaikan bahwa konsep MBG secara esensi sudah baik. Menurutnya, jika terjadi masalah seperti distribusi makanan yang kurang maksimal atau kualitas makanan yang tidak sesuai standar, maka yang harus dibenahi adalah sistem pelaksanaan dan pihak pengelola, bukan menghentikan programnya.
“MBG itu program, bukan proyek,” tegas Gus Miftah.
Ia menambahkan bahwa program tersebut tidak bisa dinilai gagal hanya karena ada kendala di lapangan. Gus Miftah menilai program MBG seharusnya dipertahankan karena tujuannya mulia, yakni membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat dan memperkuat kualitas generasi masa depan.
Gus Miftah kemudian menyampaikan analogi yang menjadi salah satu bagian paling banyak dikutip warganet. Ia mengibaratkan persoalan MBG seperti sebuah rumah yang mengalami kerusakan kecil.
“Kalau ada rumah rusak pintunya, terus rumahnya harus dirobohkan? Kan enggak. Yang rusak pintunya, ya pintunya yang diperbaiki,” ujar Gus Miftah.
Ia menegaskan bahwa logika yang sama berlaku untuk MBG. Jika yang bermasalah adalah pengelola, dapur penyedia makanan, atau rantai distribusi, maka yang harus dilakukan adalah evaluasi dan perbaikan terhadap pihak-pihak tersebut.
“Begitu juga MBG. Kalau yang salah pengelolanya, apakah yang dihapus programnya?” lanjutnya.
Pernyataan Gus Miftah ini muncul di tengah meningkatnya kritik publik terhadap pelaksanaan MBG, terutama setelah adanya sejumlah laporan kasus keracunan makanan di beberapa daerah sejak 2025. Meski demikian, Gus Miftah menilai kasus tersebut tidak seharusnya dijadikan alasan untuk menghentikan program secara keseluruhan.
Ia menekankan bahwa persoalan teknis seperti standar kebersihan dapur, kualitas bahan makanan, serta sistem pengawasan distribusi harus diperbaiki agar kejadian serupa tidak terulang. Menurutnya, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan untuk menemukan akar masalah secara jelas.
Gus Miftah juga mendorong pemerintah agar mengambil langkah tegas jika ditemukan adanya kelalaian dari pihak tertentu. Ia menilai pembinaan, pelatihan, hingga penggantian pengelola bisa menjadi solusi agar program tetap berjalan sesuai tujuan awal.
Di akhir ceramahnya, Gus Miftah kembali menegaskan bahwa MBG adalah program yang baik dan harus dipertahankan. Ia berharap pelaksanaan program dapat diperbaiki agar berjalan lebih aman, tepat sasaran, serta memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Programnya bagus. Kalau ada yang salah, ya dievaluasi. Jangan programnya yang dihapus,” pungkas Gus Miftah.
