Buku “Rasa Bhayangkara Nusantara” Hadir di KBRI Paris, Perkuat Diplomasi Gizi Indonesia ke Eropa
![]() |
ujungpublik.com | Komitmen pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pemenuhan gizi nasional terus diperluas hingga ke panggung internasional. Salah satu langkah konkret terlihat dari perjalanan global buku Rasa Bhayangkara Nusantara (Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia’s Free Nutritious Meals Program), yang kini hadir di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris, Prancis.
Pada Selasa, 14 April 2026 waktu setempat, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, menyerahkan buku tersebut kepada Duta Besar RI untuk Prancis, Mohamad Oemar. Penyerahan ini menjadi bagian dari strategi diplomasi Indonesia berbasis budaya dan kebijakan pangan.
Buku ini ditulis bersama Wakapolri, Dedi Prasetyo, yang memberikan apresiasi atas kontribusi dalam menyebarluaskan gagasan Indonesia ke dunia internasional.
Menurut Dedi Prasetyo, buku tersebut tidak sekadar karya tulis, tetapi menjadi instrumen strategis untuk menyampaikan kebijakan nasional dengan pendekatan yang lebih universal dan mudah diterima masyarakat global.
“Ini adalah bentuk kolaborasi nyata dalam memperkuat diplomasi Indonesia melalui pendekatan budaya dan kebijakan,” ujarnya.
Strategi Diplomasi Pangan Indonesia
Kehadiran buku ini di Paris juga memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi pangan global, khususnya dalam memperkenalkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas pemerintahan Prabowo Subianto.
Sebelumnya, buku ini telah diperkenalkan di berbagai kota dunia, seperti:
London (Inggris)
Davos (Swiss) dalam forum World Economic Forum
Washington D.C. (Amerika Serikat)
Jeddah (Arab Saudi)
Tokyo (Jepang)
Seoul (Korea Selatan)
Kini, Paris menjadi titik penting dalam memperluas pengaruh Indonesia di kawasan Eropa.
Belajar dari Prancis
Dalam kesempatan tersebut, Dirgayuza menyoroti pengalaman panjang Prancis dalam mengelola program makan bergizi melalui sistem La Cantine Scolaire. Program ini telah menjadi bagian dari kebijakan publik sejak abad ke-19.
“Di Prancis, kantin sekolah bukan sekadar tempat makan, tetapi juga ruang edukasi untuk membangun kebiasaan hidup sehat dan menghargai kualitas pangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, model pengelolaan yang terdesentralisasi namun tetap memiliki standar nasional dapat menjadi referensi penting bagi Indonesia dalam mengembangkan program MBG.
Diplomasi Berbasis Gastronomi
Buku Taste of Nusantara memuat 80 menu bergizi khas Indonesia yang dirancang untuk memenuhi standar nutrisi global berbasis kearifan lokal. Kehadirannya juga memperkuat posisi Indonesia dalam forum internasional seperti School Meals Coalition.
Melalui pendekatan gastrodiplomasi, Indonesia menunjukkan bahwa kebijakan publik dapat dikomunikasikan secara efektif melalui budaya kuliner.
Perkuat Posisi Indonesia di Dunia
Perjalanan buku ini dari Asia hingga Eropa menegaskan peran Indonesia sebagai negara yang aktif menawarkan solusi konkret bagi isu global, antara lain:
Pemenuhan gizi sebagai prioritas pembangunan manusia
Pemanfaatan budaya sebagai media diplomasi
Kolaborasi internasional untuk generasi sehat
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap visi pembangunan nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto.
Dengan strategi ini, Indonesia tidak hanya memperkuat kerja sama internasional, tetapi juga menghadirkan kebijakan yang berdampak nyata dan mulai mendapat pengakuan global.
