BREAKING NEWS

17 Warga di NTT Konsumsi Daging Anjing Diduga Rabies, Satu Orang Meninggal Dunia

Gambar ilustrasi 

NTT, ujungpublik.com – Sebuah peristiwa memprihatinkan terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur, ketika sebanyak 17 warga dilaporkan mengonsumsi daging anjing yang sebelumnya menggigit pemiliknya hingga meninggal dunia. Belakangan, anjing tersebut diduga kuat terinfeksi Rabies, penyakit mematikan yang dapat menular ke manusia.

Kejadian bermula saat seekor anjing peliharaan tiba-tiba menunjukkan perilaku agresif dan menyerang pemiliknya. Korban mengalami luka gigitan serius dan sempat mendapatkan perawatan medis, namun akhirnya meninggal dunia akibat luka yang diderita.

Setelah insiden tersebut, warga setempat justru menyembelih anjing itu dan membagikan dagingnya untuk dikonsumsi bersama, tanpa menyadari risiko besar yang mengintai dari hewan yang diduga terinfeksi rabies.

Rabies merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus dan menyerang sistem saraf pusat. Pada manusia, penyakit ini hampir selalu berujung fatal apabila gejalanya sudah muncul. Penularan umumnya terjadi melalui gigitan hewan, namun kontak dengan air liur hewan terinfeksi pada luka terbuka atau selaput lendir juga berpotensi menularkan virus.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, dinas kesehatan setempat bersama petugas veteriner segera melakukan penelusuran terhadap warga yang terlibat. Sebanyak 17 orang yang mengonsumsi daging anjing tersebut langsung diberikan vaksin anti-rabies (VAR) sebagai langkah pencegahan.

Selain penanganan medis, edukasi kepada masyarakat juga mulai digencarkan untuk meningkatkan pemahaman tentang bahaya rabies. Upaya ini dinilai penting mengingat masih banyak daerah dengan tingkat literasi kesehatan yang rendah terkait penularan penyakit dari hewan ke manusia.

Kasus ini menjadi pengingat penting akan perlunya kewaspadaan terhadap rabies, khususnya di wilayah dengan tingkat vaksinasi hewan yang masih terbatas. Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat program vaksinasi anjing serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan pencegahan rabies.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak mengonsumsi hewan yang menunjukkan gejala penyakit, terutama yang berkaitan dengan rabies. Langkah sederhana seperti segera melapor ke petugas kesehatan jika terjadi gigitan hewan serta tidak sembarangan mengolah daging hewan sakit dapat menjadi upaya penting dalam mencegah risiko penularan dan menyelamatkan nyawa.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar