16 Mahasiswa IPB University Diskorsing Kasus Dugaan Pelecehan, Kampus Tegaskan Komitmen Lingkungan Aman
![]() |
| Foto kampus IPB University (Dok. Ist) |
BOGOR, ujungpublik.com | IPB University menjatuhkan sanksi skorsing kepada 16 mahasiswa yang terlibat dalam dugaan kasus pelecehan di lingkungan Fakultas Teknik dan Teknologi (FTT). Sanksi berupa skorsing selama satu semester ini membuat para mahasiswa tersebut tidak dapat mengikuti kegiatan akademik untuk sementara waktu.
Kasus ini bermula dari percakapan dalam grup chat privat yang melibatkan sejumlah mahasiswa dan seorang mahasiswi. Dugaan tindakan pelecehan secara verbal disebut terjadi pada 2024, namun baru dilaporkan secara resmi pada 14 April 2026 setelah tangkapan layar percakapan tersebut beredar luas di media sosial.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak fakultas segera membentuk tim internal untuk melakukan klarifikasi dan pengumpulan bukti. Pada 15 hingga 16 April 2026, tim memanggil pelapor serta pihak-pihak terkait guna dimintai keterangan.
Dekan Fakultas Teknik dan Teknologi, Slamet Budijanto, menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, 16 mahasiswa dinilai melanggar tata tertib kehidupan kampus serta terlibat dalam tindakan yang tidak sesuai dengan norma akademik.
“Keputusan ini diambil sebagai bagian dari penegakan aturan sekaligus komitmen kampus dalam menjaga lingkungan yang aman,” ujarnya.
Pihak kampus menegaskan bahwa langkah tersebut tidak hanya bersifat sanksi, tetapi juga menjadi upaya edukasi bagi seluruh sivitas akademika agar menjunjung tinggi etika, saling menghormati, dan menjaga martabat sesama.
Berdasarkan informasi yang beredar, percakapan dalam grup tersebut berisi ungkapan yang bernuansa merendahkan dan tidak pantas, sehingga memicu ketidaknyamanan bagi pihak yang menjadi objek pembicaraan. Situasi ini kemudian menjadi perhatian publik setelah tangkapan layar tersebar luas.
Sejumlah pihak menilai bahwa kasus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga etika dalam komunikasi, termasuk di ruang privat digital. Selain itu, keberanian untuk melaporkan dugaan pelanggaran juga dinilai sebagai langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman.
IPB University berharap peristiwa ini dapat menjadi pembelajaran bersama, serta mendorong terciptanya budaya kampus yang lebih sehat, inklusif, dan bebas dari segala bentuk tindakan yang merugikan pihak lain.
