BREAKING NEWS

PMI Kota Cilegon Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Ratusan Pelajar PMR Dibekali Pengetahuan Mitigasi

Zoom Meeting dan disiarkan melalui kanal YouTube resmi PMI Kota Cilegon tersebut diikuti ratusan pelajar dari berbagai sekolah

CILEGON, ujungpublik.com | Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon melalui Bidang Pendidikan dan Pelatihan menggelar webinar Palang Merah Remaja (PMR) bertajuk “Lokalatih Ayo Siaga Bencana”, Rabu (24/06/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sistematis untuk memperkuat kapasitas pelajar dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan sekolah.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan melalui kanal YouTube resmi PMI Kota Cilegon tersebut diikuti ratusan pelajar dari berbagai sekolah. Peserta didominasi anggota PMR tingkat Madya (SMP) dan Wira (SMA) yang menunjukkan meningkatnya minat generasi muda terhadap isu kebencanaan.

Data panitia mencatat sebanyak 251 peserta melakukan registrasi, dengan 170 peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Tingginya partisipasi tersebut menjadi indikator meningkatnya kesadaran pelajar terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana sejak dini.

Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan PMI Kota Cilegon, Hj. Lia Nurlia Mahatma, ST, M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PMI dalam membangun generasi muda yang tangguh, peduli, dan responsif terhadap situasi darurat.

“Ini adalah bagian dari komitmen PMI Kota Cilegon untuk membangun generasi muda yang tidak hanya memahami kemanusiaan, tetapi juga siap bertindak dalam kondisi darurat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Cilegon, H. Abdul Hakim Lubis, SH, M.Si., menilai pembinaan PMR merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk budaya kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan.

Ia menegaskan bahwa pelajar bukan hanya objek edukasi, tetapi juga subjek penting dalam sistem penanggulangan bencana berbasis komunitas.

Materi pelatihan dalam webinar ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif, mulai dari dasar kepalangmerahan, siklus bencana (pra-bencana, saat bencana, dan pascabencana), hingga peran strategis PMR dalam mitigasi risiko di lingkungan sekolah.

Selain aspek teoritis, peserta juga dibekali keterampilan praktis berupa penyusunan rencana kesiapsiagaan, pemetaan risiko lingkungan sekolah, serta simulasi dasar evakuasi dalam kondisi darurat.

Dalam sesi diskusi, suasana berlangsung interaktif. Para pelajar aktif mengajukan pertanyaan terkait langkah konkret yang harus dilakukan saat menghadapi situasi darurat di sekolah, menunjukkan meningkatnya kesadaran kritis terhadap keselamatan lingkungan pendidikan.

Salah satu peserta, Arif, anggota PMR Wira, mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai peran relawan muda di sekolah.

“Selama ini saya mengira PMR hanya kegiatan UKS. Ternyata perannya jauh lebih besar, termasuk dalam kesiapsiagaan bencana di sekolah,” ujarnya.

PMI Kota Cilegon menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang terintegrasi dengan pelatihan pembina PMR sebelumnya. Tujuannya untuk memastikan kesinambungan pemahaman antara guru pembina dan anggota PMR di sekolah.

Ke depan, hasil pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada tataran teori, tetapi diimplementasikan dalam bentuk aksi nyata seperti penyusunan peta risiko sekolah, simulasi bencana berkala, serta penguatan sistem relawan muda di lingkungan pendidikan.

Melalui kegiatan ini, PMI Kota Cilegon menegaskan perannya dalam membangun ekosistem kesiapsiagaan bencana berbasis pelajar, dengan harapan terciptanya generasi muda yang lebih sigap, terlatih, dan berdaya dalam menghadapi risiko bencana.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar