Rumah Unik Mirip Bus di Wonogiri Viral, Karya Supardi Jadi Sorotan Warganet
![]() |
| Rumah karya Supardi (43), warga Dukuh Tandan, RT 02 RW 07, Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri (gambar: kompas.com) |
Sebuah rumah unik berbentuk mirip bus AKAP di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, mendadak viral di media sosial sejak akhir Maret 2026. Bangunan tak biasa milik seorang warga bernama Supardi itu ramai diperbincangkan setelah video tampilannya menyebar di TikTok, YouTube Shorts, hingga Instagram Reels. Desainnya yang menyerupai bus double decker lengkap dengan roda, spion, hingga jendela membuat banyak warganet terpukau sekaligus penasaran.
Fenomena ini tidak hanya menjadi hiburan viral, tetapi juga memunculkan diskusi tentang kreativitas masyarakat desa, potensi wisata lokal, hingga tantangan pembangunan berbasis ide unik di tengah keterbatasan biaya.
Viral dari Media Sosial, Rumah Mirip Bus Jadi Perbincangan Nasional
Viralnya rumah unik ini bermula dari unggahan video di TikTok yang menampilkan detail bangunan menyerupai bus sungguhan. Video tersebut dengan cepat menyebar ke berbagai platform lain seperti Instagram Reels, YouTube Shorts, hingga Facebook dan X (Twitter).
Akun media seperti @jawaposofficial menjadi salah satu yang pertama kali mengangkat konten ini, disusul oleh berbagai akun media lain yang turut memperluas jangkauan viralnya. Dalam waktu singkat, video tersebut memperoleh ribuan likes, komentar, dan dibagikan ulang oleh warganet di berbagai platform.
Caption yang menyertai unggahan tersebut juga turut memperkuat daya tarik, seperti “rumah mirip bus double decker viral dari Wonogiri” yang membuat banyak orang penasaran dan ingin mengetahui cerita di balik bangunan tersebut.
Sosok di Balik Rumah Unik: Supardi, Tukang Bangunan Kreatif
Pemilik rumah unik tersebut adalah Supardi (43), warga Dukuh Tandan, RT 02 RW 07, Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri. Ia sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan yang sudah berpengalaman.
Menariknya, Supardi tidak menggunakan jasa arsitek profesional untuk merancang rumahnya. Ia justru merancang sendiri konsep rumah berbentuk bus tersebut, terinspirasi dari bus AKAP Agra Mas jenis Scania K-410 yang pernah ia naiki saat perjalanan ke Jakarta.
Inspirasi sederhana itu kemudian berkembang menjadi ide besar: membangun rumah yang tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga memiliki nilai estetika dan daya tarik unik bagi masyarakat sekitar.
Desain Rumah Mirip Bus yang Detail dan Tidak Biasa
Rumah unik ini bukan sekadar bangunan biasa yang diberi bentuk menyerupai bus. Supardi benar-benar memperhatikan detail agar tampilannya mirip kendaraan asli.
Bangunan utama dibuat menyerupai bus double decker dengan ukuran sekitar:
• Lebar: 4 meter
• Panjang: 13 meter
• Tinggi: 5 meter
Pada bagian luar, rumah ini dilengkapi elemen seperti:
• roda bus
• spion
• lampu depan dan belakang
• jendela khas bus AKAP
• desain bodi menyerupai kendaraan asli
Bahkan, proses perancangannya dimulai dari miniatur bus skala 1:20 sebelum direalisasikan ke ukuran bangunan sebenarnya.
Selain bangunan utama, terdapat juga rumah kedua berbentuk bus medium dengan ukuran:
• Lebar: 2,5 meter
• Panjang: 8 meter
• Tinggi: 4 meter
Kedua bangunan ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 90 meter persegi yang berada tepat di depan SMPN 2 Jatipurno.
Fungsi Rumah: Dari Tempat Tinggal Hingga Konsep Wisata
Supardi tidak hanya membangun rumah untuk kebutuhan tempat tinggal pribadi. Ia juga memiliki visi jangka panjang agar bangunan ini bisa menjadi daya tarik wisata lokal.
Bagian dalam rumah besar dirancang untuk beberapa fungsi, di antaranya:
• ruang tamu
• ruang keluarga
• kamar kecil di lantai mezanin
Sementara rumah kecil direncanakan untuk dapur dan ruang makan.
Konsep ini menunjukkan bahwa rumah tersebut bukan sekadar karya seni bangunan, tetapi juga dirancang fungsional untuk kehidupan sehari-hari.
Pembangunan Terkendala Dana, Progres Baru 60 Persen
Proyek rumah unik ini mulai dibangun pada Februari 2026. Dalam waktu sekitar enam minggu, progres pembangunan telah mencapai sekitar 60 persen.
Namun, pengerjaan sempat terhenti karena keterbatasan dana. Supardi mengungkapkan bahwa total biaya pembangunan diperkirakan mencapai sekitar Rp125 juta hingga Rp160 juta.
Keterbatasan anggaran ini membuat proyek harus berjalan secara bertahap. Meski belum selesai, bangunan tersebut sudah cukup menarik perhatian masyarakat sekitar maupun wisatawan yang datang karena penasaran setelah melihatnya di media sosial.
Harapan Supardi: Jadikan Wonogiri Lebih Dikenal
Di balik viralnya rumah unik ini, Supardi memiliki harapan besar. Ia ingin karyanya dapat menjadi pemicu munculnya daya tarik wisata baru di wilayahnya.
Menurutnya, inovasi sederhana dari masyarakat desa pun bisa memberikan dampak besar jika dikembangkan dengan baik. Ia berharap rumah berbentuk bus tersebut bisa menjadi ikon kecil yang memperkenalkan Desa Kopen dan Kecamatan Jatipurno ke masyarakat yang lebih luas.
Meski saat ini masih dalam tahap pembangunan, Supardi tetap optimistis bahwa proyeknya akan selesai jika ada dukungan lanjutan, baik dari masyarakat maupun pihak terkait.
Respons Warganet: Kagum, Terhibur, hingga Usulan Jadi Wisata
Viralnya rumah unik ini memicu berbagai reaksi dari warganet di media sosial. Sebagian besar memberikan respons positif dan mengapresiasi kreativitas Supardi.
Banyak komentar yang menyebutnya sebagai:
• “tukang jenius”
• “arsitek desa”
• “inovator kreatif dari Wonogiri”
Komentar lain juga bernada antusias, seperti:
• “Keren banget, ini bisa jadi destinasi wisata baru!”
• “Anti mainstream, luar biasa idenya!”
• “Kalau jadi tempat wisata, pasti ramai!”
Namun, ada juga warganet yang memberikan catatan terkait aspek keamanan dan kepraktisan desain. Meski begitu, kritik tersebut tidak mengurangi dominasi apresiasi publik terhadap karya unik ini.
Bahkan beberapa pengguna media sosial bercanda dengan menyebut ide seperti “tur naik bus rumah” atau “bayar tiket kalau mau parkir di depan rumah”, yang semakin menambah viralnya konten tersebut.
Potensi Wisata Kreatif dari Desa
Fenomena rumah mirip bus di Wonogiri ini menunjukkan bahwa potensi wisata tidak selalu harus berasal dari proyek besar atau investasi tinggi. Kreativitas individu juga dapat menjadi daya tarik tersendiri di era media sosial.
Dengan viralnya konten ini, banyak pihak mulai melihat kemungkinan berkembangnya wisata kreatif berbasis bangunan unik di daerah. Jika dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin rumah Supardi akan menjadi salah satu ikon wisata baru di Wonogiri.
Rumah unik berbentuk bus milik Supardi di Wonogiri bukan hanya sekadar bangunan tak biasa, tetapi juga simbol kreativitas masyarakat desa yang mampu menarik perhatian publik nasional melalui media sosial.
Meski masih dalam proses pembangunan dan terkendala dana, karya ini telah berhasil mencuri perhatian warganet dan membuka peluang diskusi tentang inovasi, arsitektur kreatif, hingga potensi wisata lokal.
Fenomena ini sekaligus membuktikan bahwa ide sederhana yang dieksekusi dengan keberanian bisa menjadi viral dan memberikan dampak luas di era digital saat ini.
